Bumi Cendrawasih
(Muhammad Azizul Hakim)
Dalam perjuangan mencari hidup
Mengembara kesana kemari
Poltekpos telah memberi harap
Sampai aku berkerja di ujung kemari
Sudah lebih 2 tahun ku di Timika
Banyak hal yang ku lalui di kota ini
Pepohonan dan tumbuhan saling menyapa
Masyarakat Papua dengan adat asli pribumi
Terik panas membakar laut cendrawasih
Suara angin membawa perahu
Pace datang penuh lumpur dan lusuh
Membawa ikan tak seberapa dalam perahu
Bumi Cendrawasih di koyak - koyak hingga keluar belumbung emas
Banyak alat berat disini
Untuk apa kah?
Iya, apa lagi kalau bukan untuk membawa emas di tanah kami
Pace pribumi tidak mengerti
No comments:
Post a Comment